Aku

Aku selalu salah
Semua nasib buruk yang menimpa rumah ini semua salahku. Mengungkit masa lalu, menuduh aku menjadikan dia sebuah robot. Menuduh aku selalu menuntut untuk menjadi yg paling utama. Menuduh aku tidak pernah menghargai orang tua. Well let me see,
My ex are better then you, tapi aku memilih kamu karena kamu yg terbaik di hatiku. Kalau kamu meminta perbandingan jujur dengan mantan2ku. Kamu bukan apa2..!!! Kamu cuma setitik debu yang ga berarti kalau dibandingin dengan mereka yg lebih dalam segalanya. Tapi kamu yg aku pilih dan bukan mereka. Dan kamu tetap mengungkit hal bodoh itu ?
Menjadikan kamu robot ? Seberapa sulit untuk berkata tidak ? Aku memang mengatur hidupmu, hidupmu yang acakadut bahkan lebih buruk dari kapal pecah. Apa yg aku tuntut hingga membuat kamu berfikir aku menjadikan kamu robot ? Waktu di hari libur ? Jangan tidur saat magrib ? Atau untuk rajin mandi dan gosok gigi?
Aku menuntut untuk selalu menjadi yang paling utama ? Have u ever use your brain ? Aku ini istrimu!!! Kalo aku nuntut jadi yg paling penting dalam hidupmu apa aku salah ? Kamu pasti gila..!!
Aku tidak pernah menghargai orang tua ? Dari segi mana ? Hanya karena aku tidak akur dengan ibumu ? Aku memang tidak pernah bisa menerima beberapa statement yg dia keluarkan tanpa berfikir bagaimana orang mendengarnya. Tapi bukan berarti aku tidak menghargai dia. Aku memang kehilangan respect pada adikmu, karena dia menginjak2 harga diriku dan mengihina pekerjaanku.
Aku memang bodoh, tidak pernah mau mengalah dan itulah kekuranganku. Tapi paling tidak sekali2 pakai telingamu untuk mendengar.
Aku tidak pernah menjadikan alasan penghasilan, dan akupun tidak pernah menuntut hal seperti itu. Bahkan aku sendiripun tidak pernah tau berapa gajimu. Kalau aku memang menjadikan kamu robot kenapa tidak sekalian semua gajimu aku ambil ?
Aku tidak ingin mengakhiri pernikahan ini, karena buatku pernikahan itu sekali seumur hidup, tapi ternyata kamu sendiri yg ga tahan sama aku. Aku musti gimana ?
Kamu menyalahkan aku karrna mengajakmu tinggal beda rumah dengan orangtuamu. Haloooo… Jaraknya cuma 5mtr dari rumah utama dan itu kau bilang meninggalkan orangtua ? Aku mengajakmu belajar mandiri dan kau menuduh aku menjauhkanmu dari orang tua? Tapi terserah, itu pendapatmu. Dan mungkin memang menurut kamu aku jahat telah berusaha menjauhkanmu dari orangtua.
Kamu bertanya apa yg aku tidak suka,
Kalau aku bilang apa kamu akan berubah ? Aku rasa tidak. Jadi percuma saja. Aku pergi hanya untuk menenangkan amarahku. Bukan untuk yg lain. Aku tidak pintar berdebat aku memilih diam dan menunggu waktu yang tepat untuk bicara jika hati sudah tenang. Aku tidak mau mengeluh, tapi aku memang benar2 capek.
Aku terima semua tuduhan itu, semua tuduhan yg kau tujukan padaku. Itulah kekuranganku. Aku hanya berharap hal2 yg sebenarnya sederhana yg kau buat jadi berlebihan.
Mulai sekarang aku diam, dan akan lebih memilih untuk diam. Terserah apa maumu. Aku tidak akan berkomentar lagi, aku hanya akan menjadi penonton dari semua itu.

Tinggalkan sebuah Komentar

Belum ada komentar.

Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.