Renungan #2

Aku berlari mengejar cintamu, tapi kau tak hanya berlari.. Kau terbang tinggi dan melupakan aku yang masih tertinggal di bumi…

Saat kau mencintai seseorang, kau berusaha untuk melakukan semua agar dia tersenyum, dia tertawa, dia bahagia dan nyaman ada di sampingmu. Kau lakukan semua, apapun itu..bahkan jika harus, kau terkadng harus berpura2 menjadi orang lain atau mengorbankan hal2 yang paling prinsip dalam hidupmu. Contoh hal yang lebih extreem dalam hal ini.
Tapi, jangankan membalas memahami apa yang telah kau korbankan untuk dia, dia lebih memilih untuk sibuk dengan dirinya sendiri. Jika saat kau bertanya padanya, cintakah dia padamu.. Maka dia berkata…”aku cinta padamu” tapi mengapa tiap saat yg kalian lewati, seolah2 dia tak benar2 ada untukmu. Dia cinta, tapi tak benar2 cinta. Meski segala upaya telah kau lakukan, tak juga membuat dia melihatmu, melihatmu sebagai satu hal yang harusnya dia jaga.
Tertatih dan merintih sendiri.. Berusaha mengejar cinta yang kau janjikan. Berusaha menjaga hati untuk kau yang terindah..
Tak pernah kau berhenti mendapatkan cintanya.. Tapi kini, dia semakin jauh.. Benar2 jauh dari apa yang bisa kau tempuh..
Sedikit yang bisa kukatakan..
Jika cinta ini semakin menyakitkan untuk kau jalani, saatnya kau berfikir ulang
Pantaskah cinta ini dipertahankan ? Pantaskah rasa ini slalu kau jaga ?
Apa tujuanmu berpacaran ?
Rasa apa yng kau inginkan saat menjalin cinta ?
Tersiksa ? Apa rasa tersiksa itu membuatmu nyaman ? Karena jika iya, maka aku tak dapat lagi berkata apapun…

Tinggalkan sebuah Komentar

Belum ada komentar.

Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.