Aku malu pada diriku
Malu menatap wajahku sendiri dalam bayangan cermin
Malu menoleh kebelakang dan menyadari kebodohan dan kesalahan yang seharusnya aku hindari
Aku malu pada diriku
Saat aku sadari, duniaku yang aku susun dan aku tata rapi aku goyahkan dengan tanganku sendiri
Aku malu pada diriku sendiri, melakukan hal2 buruk pada mereka yang aku anggap dan menggapku sahabat, saudara bahkan anak..
Maafkan aku..

Aku

Aku selalu salah
Semua nasib buruk yang menimpa rumah ini semua salahku. Mengungkit masa lalu, menuduh aku menjadikan dia sebuah robot. Menuduh aku selalu menuntut untuk menjadi yg paling utama. Menuduh aku tidak pernah menghargai orang tua. Well let me see,
My ex are better then you, tapi aku memilih kamu karena kamu yg terbaik di hatiku. Kalau kamu meminta perbandingan jujur dengan mantan2ku. Kamu bukan apa2..!!! Kamu cuma setitik debu yang ga berarti kalau dibandingin dengan mereka yg lebih dalam segalanya. Tapi kamu yg aku pilih dan bukan mereka. Dan kamu tetap mengungkit hal bodoh itu ?
Menjadikan kamu robot ? Seberapa sulit untuk berkata tidak ? Aku memang mengatur hidupmu, hidupmu yang acakadut bahkan lebih buruk dari kapal pecah. Apa yg aku tuntut hingga membuat kamu berfikir aku menjadikan kamu robot ? Waktu di hari libur ? Jangan tidur saat magrib ? Atau untuk rajin mandi dan gosok gigi?
Aku menuntut untuk selalu menjadi yang paling utama ? Have u ever use your brain ? Aku ini istrimu!!! Kalo aku nuntut jadi yg paling penting dalam hidupmu apa aku salah ? Kamu pasti gila..!!
Aku tidak pernah menghargai orang tua ? Dari segi mana ? Hanya karena aku tidak akur dengan ibumu ? Aku memang tidak pernah bisa menerima beberapa statement yg dia keluarkan tanpa berfikir bagaimana orang mendengarnya. Tapi bukan berarti aku tidak menghargai dia. Aku memang kehilangan respect pada adikmu, karena dia menginjak2 harga diriku dan mengihina pekerjaanku.
Aku memang bodoh, tidak pernah mau mengalah dan itulah kekuranganku. Tapi paling tidak sekali2 pakai telingamu untuk mendengar.
Aku tidak pernah menjadikan alasan penghasilan, dan akupun tidak pernah menuntut hal seperti itu. Bahkan aku sendiripun tidak pernah tau berapa gajimu. Kalau aku memang menjadikan kamu robot kenapa tidak sekalian semua gajimu aku ambil ?
Aku tidak ingin mengakhiri pernikahan ini, karena buatku pernikahan itu sekali seumur hidup, tapi ternyata kamu sendiri yg ga tahan sama aku. Aku musti gimana ?
Kamu menyalahkan aku karrna mengajakmu tinggal beda rumah dengan orangtuamu. Haloooo… Jaraknya cuma 5mtr dari rumah utama dan itu kau bilang meninggalkan orangtua ? Aku mengajakmu belajar mandiri dan kau menuduh aku menjauhkanmu dari orang tua? Tapi terserah, itu pendapatmu. Dan mungkin memang menurut kamu aku jahat telah berusaha menjauhkanmu dari orangtua.
Kamu bertanya apa yg aku tidak suka,
Kalau aku bilang apa kamu akan berubah ? Aku rasa tidak. Jadi percuma saja. Aku pergi hanya untuk menenangkan amarahku. Bukan untuk yg lain. Aku tidak pintar berdebat aku memilih diam dan menunggu waktu yang tepat untuk bicara jika hati sudah tenang. Aku tidak mau mengeluh, tapi aku memang benar2 capek.
Aku terima semua tuduhan itu, semua tuduhan yg kau tujukan padaku. Itulah kekuranganku. Aku hanya berharap hal2 yg sebenarnya sederhana yg kau buat jadi berlebihan.
Mulai sekarang aku diam, dan akan lebih memilih untuk diam. Terserah apa maumu. Aku tidak akan berkomentar lagi, aku hanya akan menjadi penonton dari semua itu.

My work out

I’m so excited… I’m working on my diet.. Totally working on it.. It just so exciting.. Aku ingin menjadi aku yang baru.. Bosan dengan semua sakit yang aneh2 ini. Aku mau sehat. Sehat dengan berat yang ideal… That’s my goal..!!!

Renungan #2

Aku berlari mengejar cintamu, tapi kau tak hanya berlari.. Kau terbang tinggi dan melupakan aku yang masih tertinggal di bumi…

Saat kau mencintai seseorang, kau berusaha untuk melakukan semua agar dia tersenyum, dia tertawa, dia bahagia dan nyaman ada di sampingmu. Kau lakukan semua, apapun itu..bahkan jika harus, kau terkadng harus berpura2 menjadi orang lain atau mengorbankan hal2 yang paling prinsip dalam hidupmu. Contoh hal yang lebih extreem dalam hal ini.
Tapi, jangankan membalas memahami apa yang telah kau korbankan untuk dia, dia lebih memilih untuk sibuk dengan dirinya sendiri. Jika saat kau bertanya padanya, cintakah dia padamu.. Maka dia berkata…”aku cinta padamu” tapi mengapa tiap saat yg kalian lewati, seolah2 dia tak benar2 ada untukmu. Dia cinta, tapi tak benar2 cinta. Meski segala upaya telah kau lakukan, tak juga membuat dia melihatmu, melihatmu sebagai satu hal yang harusnya dia jaga.
Tertatih dan merintih sendiri.. Berusaha mengejar cinta yang kau janjikan. Berusaha menjaga hati untuk kau yang terindah..
Tak pernah kau berhenti mendapatkan cintanya.. Tapi kini, dia semakin jauh.. Benar2 jauh dari apa yang bisa kau tempuh..
Sedikit yang bisa kukatakan..
Jika cinta ini semakin menyakitkan untuk kau jalani, saatnya kau berfikir ulang
Pantaskah cinta ini dipertahankan ? Pantaskah rasa ini slalu kau jaga ?
Apa tujuanmu berpacaran ?
Rasa apa yng kau inginkan saat menjalin cinta ?
Tersiksa ? Apa rasa tersiksa itu membuatmu nyaman ? Karena jika iya, maka aku tak dapat lagi berkata apapun…

Renungan #2

Aku berlari mengejar cintamu, tapi kau tak hanya berlari.. Kau terbang tinggi dan melupakan aku yang masih tertinggal di bumi…

Saat kau mencintai seseorang, kau berusaha untuk melakukan semua agar dia tersenyum, dia tertawa, dia bahagia dan nyaman ada di sampingmu. Kau lakukan semua, apapun itu..bahkan jika harus, kau terkadng harus berpura2 menjadi orang lain atau mengorbankan hal2 yang paling prinsip dalam hidupmu. Contoh hal yang lebih extreem dalam hal ini.
Tapi, jangankan membalas memahami apa yang telah kau korbankan untuk dia, dia lebih memilih untuk sibuk dengan dirinya sendiri. Jika saat kau bertanya padanya, cintakah dia padamu.. Maka dia berkata…”aku cinta padamu” tapi mengapa tiap saat yg kalian lewati, seolah2 dia tak benar2 ada untukmu. Dia cinta, tapi tak benar2 cinta. Meski segala upaya telah kau lakukan, tak juga membuat dia melihatmu, melihatmu sebagai satu hal yang harusnya dia jaga.
Tertatih dan merintih sendiri.. Berusaha mengejar cinta yang kau janjikan. Berusaha menjaga hati untuk kau yang terindah..
Tak pernah kau berhenti mendapatkan cintanya.. Tapi kini, dia semakin jauh.. Benar2 jauh dari apa yang bisa kau tempuh..
Sedikit yang bisa kukatakan..
Jika cinta ini semakin menyakitkan untuk kau jalani, saatnya kau berfikir ulang
Pantaskah cinta ini dipertahankan ? Pantaskah rasa ini slalu kau jaga ?
Apa tujuanmu berpacaran ?
Rasa apa yng kau inginkan saat menjalin cinta ?
Tersiksa ? Apa rasa tersiksa itu membuatmu nyaman ? Karena jika iya, maka aku tak dapat lagi berkata apapun…

Question

Apa aku begitu desperate for a friend? Well… Jujur… Aku cemburu, cemburu pada mereka yg bisa bergelayut manja pada saudaranya. Pada mereka yg selalu punya tempat untuk berkeluh kesah.
Aku cemburu, why i can’t get one?? I just need someone by my side. Seseorang yang bsa q ajak bicara, like a sister……
Permintaanq tak banyak…. Singkat dan terkesan sangat putus asa. Tapi apa mau dikata,aku merasa itulah yg aku perlukan….

Renungan #1

Kau tak akan pernah mengerti rasanya kehilangan jika kau tak pernah merasa memilikinya…

Kutipan dari sebuah lagu yang bener2 ngena. Semua rasa itu, saat kutelaah kembali, mengacu pada lagu itu. Betapa kejamnya aku yang menjadi begitu mati rasa saat mereka pergi dan tak pernah kembali lagi. Yang kupikirkan, ada denganku? Apa yg salah denganku? Apakah aku tak punya hati ataupun perasaan sedikitpun? Akhirnya jawabannya kutemukan. Aku tak pernah mengerti rasa kehilangan itu, karna sedetikpun aku tak pernah merasa memiliki mereka. Mereka datang dan pergi begitu saja, tanpa memberi makna apapun di hatiku. Emosi ? Iya.. Tapi hanya rasa kehilangan mereka untuk tertawa atau bercerita. Aku merasa, itu hanya satu cara untuk melindungi hatiku dari rasa sakit karna harus kehilangan. Saat aku memulai memakai hatiku, aku menjadi begitu posesif, menjadi begitu protektif. Aku melindungi apa yg kupunya. Aku menjadi begitu egois dengan segalanya… Salahkah aku? Karena aku merasa begitu memiliki? Itulah yang aku takutkan.. Tapi itulah hidup..segala ketakutan itu harus kuhadapi bukan kuhindari. Dan aku berusaha menghadapi ketakutan ini dengan pikiran positive. Kekecewaan ini biar aku simpan dan lepaskan seiring dengan waktu berlalu. Mereka datang dan pergi biarkan saja.. Asal bukan suamiku yg datang dan pergi LOL… :) )

Morning kisses

Good morning sunshine..
Fantastic sunday morning..
Kini kusadari, diantara rasa kasihaklnku pada diriku sendiri, aku tak menyadari betapa beruntungnya aku. Aku lupa bersyukur memiliki hal hal terbaik yang aku punya.
Aku punya suamiku tercinta, yang terkadang kolokan tapi slalu bisa membuatku tersenyum, memanjakanku, membuatku merasa begitu istimewa.
Aku lupa bersyukur pada tuhan,
Aku punya sahabat2 terbaik yang pernah aku punya. Mereka yang slalu ada di sisiku. Sahabatku, yang tak pernah sedetikpun kuragukan.
Aku lupa bersyukur
Aku punya orang tua terbaik yang tuhan berikan. Walaupun aku tak terlahir dari rahimmu ibu, tapi kau tetap yang terbaik yang tuhan berikan untukku. Cintaku untukmu sampai mati ibu.
Aku lupa bersyukur,
Aku punya kalian, saudara2 sedarahku dan kalian sahabat yang telah kuanggap kakal dan adikq sendiri. Aku begitu menyayangi kalian. Tak pernah kubayangkan aku mampu berdiri disini tanpa kalian.
Aku lupa bersyukur
Sampai detik ini, Tuhan tetap memberi aku kesempatan untuk memahami dan belajar lebih tentang hidup.
Terimakasih Tuhan
Tolong jangan pernah lelah mengingatkan aku.

Lelah

Aku tak mengerti, bagaimana tingkat kesuksesan seseorang itu dinilai ? Apakah dengan menjadi PNS, orang itu sudah bisa dibilang sukses?
Aku tak bisa pahami, mengapa aku merasa begitu direndhkan? Hanya karena aku bukan pegawai negeri, aku hanya seorang pegawai swasta yang tidak mempunyai jabatan pasti namun sangat menyukai dan menikmati apa yang aku lakukan.
Aku lelah dengan semua kemunafikan ini.. Dengan semua hal yang mereka sebut kesuksesan. Aku hanya aku, aku hanya diriku sendiri. Tanpa harus menjadi orang lain dan berpura2 dalam hal2 yang tak membuatku bahagia dan justru membuatku muak.
Aku lelah dengan rasa ini, rasa yang hanya aku sendiri yang pahami. Bukan kamu ataupun mereka. Aku tak perlu sebuah pengakuan, yang aku perlukan hanya ketenangan. Untukku dan hidupku

Sunshine

Masih sama seperti pagi2 yang lain, jalanan yang masih cukup lenggang. Ditemani suami tercinta di dalam mobil impian. Di tengah dentuman house musik ga jelas pilihan suami tercinta. Menghabiskan weekend morning dengan menemani suami gawe mencari sesuap nasi dgn menghibur orang. Mendung di pagi hari..
Efek make dress neh… Arghhh..
Statement pertama yang keluar..”udah jadi yah ?” miris banget denger pertanyaan itu.. Segendut itukah aku ? Every mariage will need babys in the family.. Begitu juga aku. Aku sangat ingin segera punya momongan. Tapi aku bukan tuhan, aku bukan penentu kapan aku akan punya baby. Aku hanya manusia biasa yang hanya bisa berusaha dan mengembalikan semua pada tuhan. Maafkan aku tak sempurna.
Kehebohan pagi dimulai disini. Para penari yang sibuk membicarakan kejadian di hari kemarin, kisah drama rumah tangga dan aneka gosip ga jelas lainnya. Dan aku hanya duduk melanjutkan blog ini.. I love to be me..it just so totally fun..
Matahari masih enggan bersinar, bersembunyi dibalik tebalnya awan kelabu. Heuhhh…. Malas rasanya harus memulai aktifitas dengan cuaca ga jelas seperti ini..untungnya… Aku libur… Hahaahahaha.. It just to good to be true… :)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.